NdrewsTjan®️

NdrewsTjan®️

11-05-2022

04:15

Sblm menikah / menentukan pasangan. Ada 1 hal yg sangat penting yg harus jadi pertimbangan. Walaupun ini terkesan HARSH. But believe me it will save you when you are married Hal itu adalah RIWAYAT PENYAKIT GENETIK DALAM KELUARGA - A thread -

Kalau lo dri keluarga yg punya riwayat penyakit kronis dan beraf sprti Thalassemia, autoimun, atau kanker. akan lebih baik jangan menikah dengan seseorang yg keluarganya memiliki riwayat penyakit yg sama. Nanti anak2 hasil pernikahan mereka yg akan menanggung.

Seseorang yg keluarga / keluarga besarnya punya penyakit genetik keturunan yg berat menikah dengan seseorang yg keluarganya tdk punya penyakit genetik, anak2nya punya chance lebih besar mengalami penyakit tsb dibandingkan pasangan yg kedua keluarganya tdk ada penyakit keturunan.

Si A yang keluarganya ada riwayat kanker menikah dengan si B yg keluarganya tdk ada riwayat kanker. Maka itu saja sudah meningkatan chance keturunan nya terkena kanker lebih tinggi drpada yg sama2 keluarganya tdk ada riwayat kanker.

Nah bayangkan kalau si A dan si B menikah dan sama2 keluarganya punya riwayat kanker ? Maka anak2 hasil pernikahan mereka chancenya terkena kanker jauh lebih besar lagi. Nah hal2 ini yg harus diputuskan sbm memilih pasangan dan menikah dengannya.

Gw kenal seseorang yg keluarganya carier thalassemia. Istrinya juga carier thalassemia. Waktu pacaran gk tau kalau sama2 carier. Akhirnya waktu menikah kedua anaknya kena thalassemia. Yg bungsu meninggal krna gagal pengobatan. Yg sulung setiap beberapa waktu harus transfusi darah

Nah gw sempat baca dalam kesedihan dia bahwa kalau dulu dia tau dia dan istri sama2 carrier thalassemia. Maka mungkin dia tdk akan mengambil keputusan menikah supaya anak2 mereka tdk mengalami sakit thalassemia. Mensave keturunan2nya dri penyakit bawaan genetik ortunya

Nah apa yg gw tulis ini kesannya “HARSH” “kok milih2 sih ?” “ gk adil dsbnya” Well mencintai dan menikahi seseorang itu kan pilihan masing2. Kita yg menentukan mana yg terbaik. Tapi anak2 hasil pernikahan tdk bsa menentukan hal tsb. Mereka tdk bsa memilih siapa ortunya.

Yg mereka dapatkan adalah mereka mewarisi penyakit dri ortunya tanpa mereka bsa menolak… Yg bisa memilih dan mencegah hal itu tdk terjadi yah para calon2 orang tua itu sendiri / pasangan2 yg akan mau menikah itu sendiri. That’s why ini harus dipikirkan baik2

Kecuali pasangan tsb sudah tau riwayat keluarga masing2 yg ada penyakit genetik dan tetap berkeinginan tetap menikah yah itu adalah pilihannya dan mereka harus siap dengan segala konsekuensi yg ada. Mereka sudah harus menyiapkan waktu dan tenaga bahkan uang yg ekstra untuk itu.

Tapi masalahnya banyak orang yg kaget setelah menikah baru tau bahwa pasangannya / keluarga pasangannya punya penyakit genetik yg berat. Akhirnya itu jadi masalah dalam pernikahan mereka. Jadi beban dalam pernikahan lalu jadi kesal dengan pasangannya.

Tapi yah kalau uda namanya sayang yah semua akan dihadapin. Yah bagus kalau bisa bgtu sampai tua. Tapi jangan sampai baru 1/2 jalan salah satu pasangannya menyerah bahkan ada kok yg meninggalkan keluarganya sendiri krna masalah bgini, capek dgn semuanya + lari dri tanggung jawab

Kalau cma sekedar sakit2 biasa tdk masalah. Tapi ketika bicara penyakit genetik sprti autoimun, kanker, thalassmia, maka itu akan berbicara banyak hal ( uang, waktu dan tenaga ) blm bicara masalah hati/ perasaan yg sedih melihat pasangan/ anaknya bila terkena penyakit tsb.

Jadi buat gw, soal penyakit genetik ini menjadi hal yg penting sblm maju ke pernikahan. Makanya harus JUJUR satu sama lain pas awal2 pendeketan. Jangan ada yg ditutup2in Kalau kalian tdk takut ya GO AHEAD. Tapi kalo kalian tdk punya mental yg cukup, yah jangan dilanjutkan

- Pendidikan - Karakter - ekonomi 3 hal diatas itu bisa dirubah dri waktu ke waktu. Tapi kalau sudah bicara Penyakit Genetik. Maka hal itu TDK BISA DIRUBAH dan satu2 nya cara yg bisa dilakukan adalah MENGHADAPINYA kalau penyakit itu dialami anak2 dri pernikahan ortunya

Memangnya situ ngalamin ? Iya, mengalami sendiri walaupun penyakit yg dialami ketiga anak gw gk berat2 amat. Tapi cukup menguras tenaga, waktu dan uang. Dan itu didapatkan dri istri. Mereka kena eksim dri bayi. Ketiga anak gw kena eksim. Cma yg bungsu derajatnya ringan

Waktu awal gw menikah yah gk tau kalau dia kecilnya juga eksim. Setelah menikah baru tau krna kalau dia stress, kepanasan. Maka eksimnya bsa keluar dan di kondisi2 tertentu bsa ekstrim sampai ke kulit kepala. Dokter bilang istri punya tingkat alergi yg tinggi.

Jadi waktu Awal menikah gw baru tau dan yah gw GK MENYESAL dan ambil keputusan HADAPIN SAMA2. Tapi terasa berat yah saat kelahian anak gw yg pertama dimana dri kecil / bayi beberapa bulan, eksimnya mulai muncul dan harus bolak balik dokter.

Setelah itu anak kedua lahir dengan kondisinya lebih berat. Dri bulan ketiga saja pipinya uda persis di foto ini. Yah jadi tugasnya nambah. Mengobati kedua anak gw dri kecil. Tapi krna gw uda siap yah gw gk menyesali apapun. Tapi lebih ke arah sedih krna lihat anak sendiri bgtu

Anak2 gw mewarisi tingkat alergi yg tinggi dri mamanya. Salah makan sedikit keluar, panas sedikit keluar. Cukup capek krna kalau masih kecil akan sangat rewel ketika eksimnya ngeflare. Tenaga waktu banyak terkuras. Blm bicara soal uang ya. Iya penyakit ini butuh uang yg lumayan

Ini gw masih dalam tahap yg bgini saja sempat stress berdua. Kalau ngeflare yah kita bnr2 berjuang supaya sembuh lagi. Nah lo bayangin kenalan gw yg dua2 anaknya kena thalasemia + yg bungsu meninggal krna pengobatan. Perjuangan mereka luar biasa buat anak2nya.

Yg paling berat adalah anak gw harus kena steroid cream dri kecil. Lo bayangin masih bayi mau gk mau kena steroid cream. Walaupun pemakaiannya gw tahan2 gk selalu gw kasih tapi sudah kena dri kecil. Blm kalau sudah parah yah harus minum obat celestamine yg termasuk keras.

Sampai sekarang anak gw masih suka ngeflare. Yg sulung Dua tahun ngeflare berat. Dua2 pahanya bagian bawah basah dan gatal luar biasa. Nangis2 krna gatal tapi gk bsa digaruk. Pengobatan sampai 3 bulan. Tiap 2 hari sekali harus ganti perbang dan mandi seminggu 1 kali.

Setelah 3 bulan sudah membaik tpi tinggal spot2 eksimnya saja yg menggelap yg harus jadi pr krna anak gw perempuan malu kan kalau kulitnya gk bagus Ini gw capeknya luar biasa baik fisik maupun psikis. Padahal baru eksim. Bayangin kalau penyakit yg gw sebutin diatas ?

Jadi menikah bukan soal gw suka sama lo, lo suka sama gw “yuk nikah”. Ada pertimbangan2 yg harus lo ambil termasuk apa yg gw tulis. “Pernikahan itu untuk orang2 yang dewasa dalam segala hal dan bukannya untuk anak2” Krna banyak casingnya dewasa, tapi didalamnya masih anak2.

Dan kenalan saya yg saya bilang diatas itu adalah Ayahnya Conan. Kita 1 gereja dan beberapa kali ngobrol soal kondisi conan. Gw sangat sedih waktu pertama kali dia announced conan sudah gk ada. Gw ngikutin perjuangan mereka dri awal sampai selesai bahkan sampai kondisi Kis2 sekrg

Ada kesalahan tulis 🙏. Harusnya yg meninggal conan ( sulung ) dan Kis2 ( bungsu ) yg masih transfusi darah. Kis2 tdk mengikuti pengobatan sperti Conan yah mungkin dikarenakan mereka takut apa yang menimpa Conan dialami Kis2😢

Sekalian gw up thread gw yg lama. Siapa tau bisa buat baca2 terutama yg mau menikah 😁

Dri kmrin baca2 Reply dan reactionnya jadi banyak yg takut menikah. Yah gk harus bgtu. Poinnya adalah SALING JUJUR dan SALING BISA MENERIMA sejak awal. Gk ada yg ditutup2in. Jadi saat sama2 sudah tau, nextnya adalah menghadapi bersama2. Susah senang sama2.

Semua orang pantas menikah termasuk yg punya penyakit genetik. Justru dengan membahas ini diawal. Lo bisa lihat apakah pasangan lo bnr2 sayang sama lo atau gak. Kalau dia serius sama lo pasti dia akan tetap maju dan siap menghadapi semuanya.



Follow us on Twitter

to be informed of the latest developments and updates!


You can easily use to @tivitikothread bot for create more readable thread!
Donate 💲

You can keep this app free of charge by supporting 😊

for server charges...