Jessica

Jessica

15-01-2020

12:48

Gue barusan baca artikel dari bloomberg yg bener2 menyuarakan pendapat gue selama ini tentang personal finance. PLS read it. Ini berhubungan banget dgn tema2 yg selama ini diangkat/diviralin belakangan. No One Gets Rich by Shunning New Cars and Lattes

Simpel aja kok. Kuncinya cuma jangan besar pasak daripada tiang, dan menekankan pentingnya investasi. Yang kadang2 lucu buat gue itu ketakutan utk spend semua hal, sampe semua hal yang membawa kebahagiaan dicap hedon/ga boleh.

Emang iya? Iya kalo pemasukan kalian itu ga cukup utk hal2 tsb. Kalo ngga, dan scr skala prioritas emang itu tempatnya tinggi, ya monggo wae.

Trs yang lucu, kdg (ini gue sering bgt liat), yang direfer itu seseorang yg udah tajir bener dan misalnya hidupnya msh sederhana. Well, bagus memang utk punya role model. But let’s not kid ourselves. Hanya krn kita tiap hari makan soto pinggiran kita gak bakalan jd Budi Hartono.

Artikelnya diakhiri dengan ini. Don’t pretend to be something you are not by spending more than what your income justifies. Berhemat itu perlu, berhemat itu baik. Tapi kalo advicenya cm dont spend ya.... 😅

Yg paling essential itu, namanya *personal* finance. Artinya ya, keuangan pribadi itu ya emang subjective banget dr satu org ke org lainnya. Ngejadiin tolak ukur si Susi, atau si Budi, atau Roni buat diri sendiri itu ga tepat.

Utk demografi yg sama aja, kebutuhan dan preference investasi bs beda2. Si Roni bs cuan banyak dr saham, cm blm tentu instrumen tsb cocok dgn risk profilenya si Budi. Jd ya, jgn terlalu menghakimi diri sendiri jg kalo kamu blm bs jadi spt case studies2 diluar sana. You do you 😊


Follow us on Twitter

to be informed of the latest developments and updates!


You can easily use to @tivitikothread bot for create more readable thread!
Donate 💲

You can keep this app free of charge by supporting 😊

for server charges...