Ryu Hasan

Ryu Hasan

26-01-2020

04:25

Kenapa bedes2 selalu heboh kalau ada isyu penyakit infeksi menular? Ken sepanjang ratusan ribu tahun sejarah bedes sapiens, infeksi menjadi acaman eksistensi spesies ini, selain kelaparan dan perang. Meskipun sejak paruh kedua abad 20 infeksi bukan lagi ancaman kepunahan.

Wabah infeksi yg paling kesohor adalah “black death”, muncul di Asia tengah dan timur pada 1330an Diawali bakteri Yersinia pestis yg menunggang kutu tikus meninfeksi bedes sapiens yg digigit kutu ini Dimulailah horor pandemi yg menelan korban lebih dari 100 juta sapiens mati

Dari Asia Tengah wabah yg menumpang tikus dan kutunya dg cepat menyebar ke seluruh Asia, Eropa dan Afrika Utara Hanya kurang dari 2 tahun epidemi pes ini sudah mencapai seluruh pesisir samudera atlantik Lebih dari seperempat populasi Eurasia saat itu mati karena wabah ini.

Mimpi buruk di Eropa dimulai oktober 1347 ketika 12 kapal bersandar di pelabuhan Messina Sisilia Terjadi kehebohan, krn hampir semua awak kapalnya mati, dan yg masih hidup pun mengalami kondisi yg mengerikan, darah merembes di sekujur tubuhnya dan bernanah, akhirnya mati juga

Pihan otoritas Sisilia buru2 memerintahkan “death ship” segera keluar meninggalkan pelabuhan Tapi terlambat Selama 5 tahun berikutnya “Black Death” membunuh lebih dari 20 juta bedes sapiens di Eropa, hampir sepertiga populasi!

Di Inggris, 4 dari 10 bedes mati, populasi susut dari 3,7 juta sebelum wabah menjadi 2,2 juta setelah wabah tahun 1352 Kota Florensia kehilangan 50.000 dari 100.000 penduduknya Pejabat2 benar2 tdk mampu menghadapi bencana ini, selain menyelenggarakan doa2 dan prosesi masal

Dokter yg paling canggih saat itupun nggak bakalan tau penyebab wabah, karena mereka nggak tau apa itu bakteri? Antony Van Leeuwenhoek baru bisa melihat bakteri di tahun 1676! Wajar bedes2 sedunia kebingungan menghadapi wabah, selain komat kamit berdoa, ya mati jugak seh

Saat wabah “Black Death”, mereka tdk bisa membayangkan adanya jasad renik mematikan Sampek era milenial inipun bedes2 lebih mudah menyebut penyakit sebagai akibat cuaca buruk lah, santet lah, setan jahat lah, tuhan yg marah lah, dan tidak mencurigai keberadaan bakteri dan virus

Black Death bukanlah wabah terburuk dalam sejarah Epidemi2 yg lebih mengerikan melanda Amerika, Australia, dan Kepulauan Pasifik segera setelah tamu pertama bangsa Eropa datang 90% populasi lokal mati akibat kedatangan bedes2 Eropa (yg tanpa sadar juga) membawa kuman patogen

Kerajan Maya, Aztec dan Inca musnah bukan karena perang melawan bedes2 Eropa. Tapi terutama karena wabah cacar, flu, pes, sifilis, tipes dan tuberkulosis Epidemi terus2an membunuh puluhan juta bedes hingga paruh pertama abad 20

Namun, kejadian atau dampak dari epidemi menurun drastis dlm bbrp dasawarsa Scr khusus, angka kematian anak2 global ada pada tingkat paling rendah dlm sejarah: kurang dari 5% anak mati sblm memasuki usia dewasa Setelah abad2 sebelumnya sepertiga anak gagal mencapai usia remaja

Sik sebentar... interupted

“Keajaiban” di atas adalah berkat pencapaian ilmu kedokteran abad ke-20, yg belum pernah terjadi sebelumnya Dimana mulai tersedia bagu kita vaksinasi, antibiotik, tranfusi darah, ilmu kesehatan yg memadai, dan infrastruktur yg lebih baik

Sebut saja kampanye vaksinasi cacar yg sangat sukses, sehingga di tahun 1979 WHO mendeklarasikan bedes telah menang, dan bahwa cacar (smallpox) telah dilenyapkan sepenuhnya Ini adalah epidemi pertama yg pernah dienyahkan oleh bedes dari muka bumi

Padahal di thn 1967 cacar masih menginfeksi 15 juta bedes sapiens dan membunuh 2 juta di antaranya Tapi di 2020 tak sebedes pun terinfeksi atau terbunuh oleh cacar Kemenangan yg sangat sempurna, sehingga WHO menghentikan vaksinasi cacar

Sebagai catatan, sebelum banyak yg tanya atau sotoy Saya kasik tau ya des, jangan salah kaprah antara cacar (smallpox) dengan cacar air (chickenpox) Ini dua penyakit yg berbeda, virus penyebabnya jugak berbeda

Selepas abad ke 20, memang bbrp kali kita dicemaskan ledakan potensial wabah baru SARS thn 2002, flu burung thn 2005, flu babai thn 2009, ebola thn 2014 Tapi berkat langkah2 penanggulangan yg efektif, insiden2 tsb sejauh ini bisa dibilang hanya “sedikit” menimbulkan korban mati

SARS awalnya menimbulkan ketekutan bedes sebagai “black death baru”, tapi ternyata hanya mengakibatkan kematian kurang dari 1000 sapiens di seluruh dunia bandingkan dengan “black death” yg menelan korban lebih dadi 100 juta bedes

Wabah ebola di afrika mula2 juga tampak menakutkan dan tak terkendali, bahkan WHO 26 september 2014 menyebut sbg “darurat kesehatan publik terburuk yg pernah ada di era modern” Tapi pada awal 2015, epidemi ebola berhasil dijinakkan

Ebola menginfeksi 30.000 bedes (menewaskan 11.000 di antaranya), menyebabkan kerugian ekonomi di Afrika Barat Tapi korban tewasnya tidak ada apa2nya kalau dibandingkan dengan epidemi cacar yg hanya menyisakan kurang dari 1 juta penduduk Aztec dari yg awalnya 22 juta.

Demikian juga dengan flu burung yg membuat heboh bedes pada umumnya, pun akhirnya angka kematian yg diakibatkan juga relatif kecil Nah sekarang isyu corona virus menjangkiti dunia, bukan virus corona yg jadi epidemi, tapi isyunya yg bikin heboh

Kenapa heboh? Padahal data2 terakhir menunjukkan kita tidak perlu heboh meskipun perlu waspada? Ya itu tadi, sejarah panjang penyakit infeksi yg tidak mempan dengan segala macam mantra masih melekat di otak bedes jaman sekarang, Itu kalau mengandalkan komat kamit mantra :)

Kalau melihat fakta2 50 tahun terakhir seharusnya kita nggak perlu ketakutan nggak jelas gitu dalam menyikapi isyu infeksi baru, Padahal ya ngak baru, SARS, flu burung dan MERS juga disebabkan varian2 corona virus Lha tapi memang bedes senengnya heboh, mau diapakan lagi? :)

Ya sudah, gitu aja...


Follow us on Twitter

to be informed of the latest developments and updates!


You can easily use to @tivitikothread bot for create more readable thread!
Donate 💲

You can keep this app free of charge by supporting 😊

for server charges...