TICMI

TICMI

12-12-2019

04:10

1. Hi TICMate, di #TeachMeTICMI kali ini Sonya mau share sedikit tentang tips & trick investasi di pasar modal yang dikenal dengan 3M (Money, Mind, Method) yang detailnya ada di gambar TREE OF THREE di bawah. Bacanya runut dari atas-bawah, kiri-kanan yaa A looong thread

2. MONEY adalah faktor pertama yang harus diperhatikan, karena ini BELUM tentu dimiliki dan seringkali BELUM dikuasai. Keywords: Financial Goals, Pre Investment Ratios, dan Investment Ratios.

3. Sebelum jauh2, tentukan dulu financial goalsnya. TUJUAN kamu invest buat apa? Mau di mana? Berapa banyak? Berapa lama?

4. Tapi yang harus diingat adalah jangan pernah berinvestasi tanpa adanya tabungan dan dana darurat yang CUKUP. Jutaan orang belum tentu menyadari ini.

5. RASIOnya bisa berbeda2 sesuai kebutuhan, tapi biasanya 20% dari pendapatan untuk tabungan. Ini Sonya refer ke 50-30-20 rule untuk financial planning. Apakah itu?

6. Misalkan pendapatan kamu sebulan Rp10.000.000. Idealnya Rp5.000.000nya untuk kebutuhan daily, Rp3.000.000nya untuk hedon2, dan Rp2.000.000 untuk ditabung plus bayar cicilan dan kewajiban lainnya. Ngerasa kurang cocok sama kebutuhan investasimu? Yg buat hedon2 bisa DIKURANGIN.

7. Mungkin inilah kenapa banyak yg bilang “daripada ngopi mending nabung saham”, or “daripada beli tiket mending beli rumah”. Sebenernya bukan untuk dihilangkan sama sekali, tapi dikurang2in dikit biar RULE ini terpenuhi.

8. Sedangkan kamu juga tetep harus siapin dana DARURAT sebesar minimal 6x pengeluaran bulanan. Balik ke contoh di atas, dengan asumsi kamu gak hedon sama sekali, berarti kamu harus punya at least Rp30.000.000 untuk dana darurat.

9. Nah baru untuk investment portfolio kamu (equity/bonds) persentase idealnya adalah 100 dikurang umur kamu. Dan inget, tentunya ini juga udah termasuk 20% dari pendapatanmu yang DITABUNG tadi. Sampe sini udah cukup pusing? 😊

10. Dengan terpenuhinya rasio2 tersebut, berarti dana investasi kamu tidak boleh diganggu lagi dengan alasan apapun! Tentunya sampe seluruh financial goalsmu TERPENUHI.

11. Apabila kamu mau invest di saham, maka usahakan 50% dari portofoliomu adalah saham2 dengan margin of SAFETY minimal 50%, yaitu saham2 yang harga pasarannya setidaknya 50% dari nilai intrinsiknya. Cara ngitungnya gimana? Belajar kak 😜

12. Potensi risk vs rewardnya juga harus dipertimbangkan. Rasio idealnya adalah 1:3, artinya kamu hanya boleh spend Rp100.000 kalo kamu yakin potensi profitnya at least Rp300.000. Dan perlu diingat kalau itupun baru POTENSI, makanya Rp100.000nya pun harusnya sudah maksimal.

13. Cut loss itu hal yang wajar. Bahkan, dalam beberapa kasus jadi wajib biar bisa langsung DITUTUP di asset/saham lain. Idealnya, cut loss dilakukan setelah unrealized lossnya mencapai 10%.

14. Apa itu unrealized loss 10%? Misalnya kamu beli 1 lot saham yg harganya Rp10.000 (total Rp1.000.000). Ketika harganya turun ke Rp900, kamu harusnya rugi 10% sebesar Rp100.000. Tp selama gak kamu JUAL, ya berarti kan belom rugi sebenernya (karena masih ada potensi naik lagi).

15. Namun dalam kasus ini, sebaiknya jual aja, gpp rugi Rp100.000. Tapi kamu bisa maksimalkan Rp900.000nya di saham2 lain (atau saham yg sama di lain waktu) yang berpotensi menghasilkan LEBIH dari 10% ke depannya.

16. MIND adalah faktor ke dua yang harus diperhatikan, karena ini SUDAH kita miliki tapi terkadang BELUM dikuasai. Keywords: Risk Appetite, Portfolio Management, dan Investing vs Saving vs Trading vs Gambling.

17. Sama seperti seluruh kegiatan yang kita lakukan sehari-hari, investasi juga pasti punya RISIKO. Tinggal gimana kita menghadapinya. Jadi jangan pernah tergoda sama yg nawarin investasi bebas risiko. Udah pasti ngibul.

18. Kita wajib tanamkan prinsip high RISK, high RETURN. Kita seringkali cuma mikirin gimana dapet return setinggi mungkin instead of mikirin gimana nemuni risk serendah mungkin. Jadi jangan pernah tergoda sama yg nawarin investasi low risk, high return. Udah pasti ngibul.

19. Dan serupa dengan konsep tersebut, jangan harap bisa jadi investor/trader yg baik/jago tanpa mau susah2 BELAJAR. Semua butuh waktu, biaya, dan tenaga.

20. Pilihan investasi kita juga harus sesuai dengan KARAKTER (risk profile). Apakah kita suka tantangan (risk lover), atau cenderung berhati2 (risk averse), atau di tengah2. Karena ini semua akan berpengaruh sama risk tolerance kamu ketika investasi nanti.

21. Tapi apapun hasilnya, dalam setiap keputusan investasi, ingatlah bahwa menjadi KONSERVATIF tetap lebih baik daripada agresif. Karena once ketagihan agresif, seringkali kita jadi rakus dan impulsif. Dan sekalinya jeblok, seringkali kita jadi kapok.

22. Do your own research! Jangan telen mentah2 rekomendasi saham (stockpick) yg kamu temui, karena rekomendasi itu bukan cuma untuk kamu. Bisa aja tujuannya beda, time horizonnya beda, modalnya beda, risk appetitenya juga beda, sehingga hasilnya pun sangat mungkin BEDA.

23. Gak ada satupun yang bisa secara TEPAT dan konsisten memprediksi lowest/highest price surat berharga. Kalo ada, orang itu pasti udah lebih kaya daripada orang terkaya di dunia saat ini. Jadi jangan dipake buat jadi alesan menunda keputusan jual/beli ya.

24. Kalo kata Theodore Roosevelt, “comparison is the thief of JOY”. Jangan pernah bandingin portfolio kamu sama yg lain, karena kamu gak akan pernah tau risk dan reward yang mereka alami. Gak ada alesan untuk iri/dengki. Just enjoy playing with your own baby!

25. Investasi itu kayak naik roller coaster, ada kalanya NAIK, ada kalanya TURUN. Jadi kita juga harus siap untung dan siap rugi. Tahu waktunya kapan harus TAKE PROFIT, kapan harus CUT LOSS. Tapi yang penting, sama seperti naik roller coaster, endingnya lebih sering bikin nagih.

26. Jangan tergoda dengan faktor eksternal, biarlah temen2 kamu beli ini itu, ke sini ke situ, FOKUS ke financial goals. Bukan mereka yang bayarin tagihan kamu dan tanggungan anak2 kamu nanti. (Kecuali ujung2nya dinikahin ya 😜)

27. Ini juga seringkali Sonya temuin 😌Analisis teknikal mungkin lebih menarik mata dan menggiurkan, tapi jangan disentuh sebelum kamu memahami analisis fundamental. Jangan KEBALIK!

28. ‘Biaya’ yang sering dilupakan kita adalah opportunity cost dan trading cost. Ketika kamu jadi investor, kamu harus siap MERELAKAN unrealized gain yang sengaja tidak direalize. Ketika kamu jadi trader, kamu harus INGAT bahwa tiap transaksi itu gak gratis.

29. Biasanya ketika banyak faktor2 tersebut diabaikan, ujungnya kamu akan spekulasi, cap cip cup kembang kuncup 🌸, hoki2an, gambling. Mungkin sementara manis dan bikin nyengir, tapi percayalah kalo gitu terus ujung2nya kamu akan dikasih BAD ENDING.

30. Last but not least, faktor berikutnya adalah METHOD. Kali ini bukan soal kepemilikan tapi lebih ke pengalaman. SERING didengar tapi JARANG dilakukan. Keywords: Belajar Finance & Bisnis, Sustainability, Diversifikasi.

31. Seperti yg udah disebutin tadi, nothing good comes easy. Apapun background pendidikan kamu, belajar Finance & Bisnis merupakan keharusan kalo kamu mau jadi investor BERKUALITAS.

32. Dimulai dari memilih referensi yang TERPERCAYA. TICMI udah ngasih banyak dari yg gratis sampe berbayar dalam bentuk apapun. Begitu juga institusi/akun2 lain yg gak lelah ngasih edukasi. Tinggal pilih dan pilah mana yg cocok dengan kamu.

33. Dari situ kamu wajib jib jib mulai memahami dan mengikuti yang namanya laporan keuangan emiten, prospektus, fund fact sheet, sampe bisnis emiten2 pilihanmu. Jangan MALES! 😆

34. Tapi untuk tahap AWAL, kamu bisa mulai dengan emiten2 yang familiar/saham2 blue chip/obligasi maupun sukuk negara. Effort belajarnya jauh lebih mudah dan risikonya juga relatif lebih rendah.

35. Mau yang lebih simple? Mulai dengan reksa dana. Gak perlu banyak mikir2 dulu, tinggal serahin ke MI yang udah lama terkenal, mulai dengan reksa dana yang dana kelolaannya besar, intinya mulai dengan yang udah TERUJI. Biar mereka yg pusing ngeracik2 portofolionya.

36. Reksa dananya juga yang simple2 aja dulu. Kalo gak reksa dana pasar uang yg risikonya emang sangat rendah, coba reksa dana yang dikelola secara PASIF kayak reksa dana indeks atau Exchange Traded Fund (ETF). Returnnya dijamin hampir sama persis kayak indeks acuannya.

37. Kok bisa sama persis? Karena produk pasif ini adalah produk yang paling gak bikin pusing MI. Orang isi portofolionya banyakan KOPAS indeks doang. Tapi in a good way ya, memang seperti itulah passive management. Lawannya? Active mgmt. Gmn caranya biar MI bisa beat the market.

38. Udah milih? Selanjutnya jangan dicuekin. REVIEW setidaknya 3 bulan sekali, pas laporan keuangan kuartalan emiten keluar. Coba cek berubah gak fundamentalnya? Masih sehat gak keuangannya? Abis itu baru putusin mau top up (buy), redeem (sell), atau wait and see (hold).

39. Tapi kalo bisa ada lah satu dua saham yang kamu pelihara seumur hidup (buy and hold FOREVER). Syaratnya? Cari aja saham yang kira2 at least 10 tahun lagi masih bakal ada yang beli produk/jasanya. Coba, kalo MEDC kira2 layak gak dijadiin saham abadi? 🧐

40. Udah? Oke terus gimana teknik investnya? Sebagai investor yang konservatif, ingatlah wejangan 'dont put all your eggs in one basket'. Kamu gak mau nanggung risiko semua telur pecah pas keranjang jatuh kan? Makanya harus dipisah2. DIVERSIFIKASI.

41. Diversifikasi bisa mulai dari pembagian asset class dan time horizon portofoliomu secara PROPORSIONAL. Ada yang saham, ada yg obligasi, ada yg untuk 1 tahun, ada yg untuk 10 tahun, dll. Tentunya sesuai poin no.3 dan no.20 tadi yaituuu?

42. Kalo di saham, jangan hanya invest di satu saham aja, tapi juga jangan banyak2. Ibarat pacaran yakin bisa DIMAINTAIN kalo banyak2? Satu aja udah bikin pusing. 🤪 Idealnya max 5 saham, udah termasuk saham yg dimaksud di no.39.

43. Saham2 tersebut kalo bisa dibeda2in lagi, jangan cuma fokus di satu sektor/industri aja biar kalo ada apa2 di sektor/industri tersebut, saham yang lain tetep AMAN harganya. Contoh: jangan di perbankan semua, ntar kalo rupiah anjlok, saham2nya kemungkinan besar ikut rontok.

44. Belinya gimana? Bisa 'cash keras' (lump sum) atau 'nyicil' (dollar cost averaging). Tapi sebagai investor yang konservatif, metode 'nyicil' lebih disarankan. Mau lagi naik or turun yang penting beli dengan nominal yg sama. Nextnya baru mulai belajar scaling in/out. (Paan tuh)

45. Sekian sedikit sharing dari Sonya semoga credible dan shareable ya. Jangan lelah menghadapi pahitnya belajar kalo gak mau ngerasain pahitnya kebodohan. Karena kita investasi dan TICMI mengerti. 😘



Follow us on Twitter

to be informed of the latest developments and updates!


You can easily use to @tivitikothread bot for create more readable thread!
Donate 💲

You can keep this app free of charge by supporting 😊

for server charges...